………………………………………………………………………

Bagaimana jika kekecewaan pada akhirnya berujung pada sebuah fase yang disebut self-destruction?

Tiada yang akan kukambinghtamkan. Semua salahku. Bukankah harusnya kita percaya, bahwa tuhan tidak akan pernah menyalahi janjinya? Tiada pula aku menyalahkan kefuturan. Tidak ada kefuturan menahun. Semua Salahku.