Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Seharusnya artikel ini saya tulis dengan perasaan ceria. Entah mengapa bahkan sebuah senyuman pun enggan terukir semenjak pagi tadi. Okelah, kalian tahu apa penyebabnya. Apalagi kalau bukan cinta. Ya, penyebab yang sama seperti keberhasilan diet saya kali ini. Kekuatan yang amat besar sekali.

Sebenarnya ada dua hal yang membuat tekad saya kembali membara untuk menyehatkan tubuh saya. Yaitu love dan revenge. Kejadian pertama adalah ketika seorang Sekretaris Kepala Perwakilan di kantor saya berkata bahwa saya akan lebih menggemuk ketika sudah menikah dan memiliki anak nanti. Sedangkan kejadian yang kedua adalah ketika saya sedang berkaca mengukur tinggi badan dengan seorang teman laki-laki yang memiliki tubuh agak imut. Ternyata setelah dibandingkan dengan dia, saya masih tetap lebih pendek. Saat itu dia berkata layaknya di sebuah iklan susu “.. tinggi tuh ke atas, bukan ke samping..”.

Duh, jleb sekali perkataannya. Dua kejadian beruntun itulah yang membuat  saya berusaha mencari-cari informasi untuk memulai hidup sehat. Saya sudah bosan dengan tips-tips yang berseliweran di internet. Namun tak satupun membuahkan hasil ketika saya aplikasikan.

Mungkin saat ini saya memang belum ramping-ramping amat. Namun saya telah berhasil mengurangi dua belas kilogram bobot tubuh saya ke angka enam puluh kilogram dengan tinggi badan seratus enam puluh satu centimeter dalam waktu tiga bulan saja. Silahkan dihitung sendiri berat saya sebelum diet. Menakjubkan? Bagi saya itu keajaiban. Ya, begitulah kekuatan perasaan. Entah mana yang lebih mempengaruhi saya, saya pun bingung. Love atau revenge.

Lalu apa yang saya lakukan? Saat itu saya iseng-iseng  membuka akun facebook saya. Lalu saya melihat seorang kakak kelas saya sewaktu kuliah, sebut saja namanya Aditya Rahmat, mengupload sebuah foto. Yang mengejutkan adalah, terakhir kali bertemu dengannya, saya masih sulit mengidentifikasi di mana letak lehernya. Namun di foto itu ia kelihatan begitu sehat dengan tubuh semi-atletis. Jelas sekali itu bukan foto hasil photoshop.

Sesegera mungkin saya meng-inbox dirinya untuk bertanya mengenai tips dan rahasia suksesnya. Ia kemudian menyarankan saya untuk membuka situs panduandiet(dot)com dan mendaftarkan email saya untuk mendapatkan email dari Denny Santoso setiap harinya. Siapa itu Denny Santoso? Entahlah, saat itu saya sangat tidak familiar dengan nama itu.

Dua minggu pertama saya rutin dikirimi email-email tips fat loss, namun tidak satupun saya laksanakan. Karena di pikiran saya masih ter-setting bahwa semua tips fat loss di internet itu omong kosong semua. Sama saja.

Pada akhirnya, kekuatan perasaan itulah yang menggerakkan saya. Saya ikuti tips-tips yang terasa mudah-mudah saja bagi saya dan meninggalkan yang saya angap mustahil. Dan akhirnya, whoilaa.. Alhamdulillah, tubuh saya semakin sehat, dan seiring dengan pola hidup yang sehat maka tubuh akan dengan sendirinya menyesuaikan berat badan yang seimbang untuk kita.

Kuncinya ada tiga, pola makan yang teratur, tidur yang cukup, dan olahraga. Dan tentunya yang paling penting adalah TEKAD, KEMAUAN, KEGIGIHAN. Tanpa tekad, semua akan sirna sebelum terlihat hasilnya. Dalam kasus ini, saya mendapat suntikan tekad dari love dan revenge. Silakan diartikan sendiri, siapa yang membuat saya merasa mendapat suntikan love dan siapa yang membuat saya ingin melakukan revenge melalui pembuktian diet ini. Diet ini pun masih berlanjut hingga saat ini, dengan support perasaan love dalam hati. Namun revenge telah terhenti, bertukar dengan perasaan terima kasih yang amat dalam, karena berkat orang-orang yang suka bertutur tajam dan to the point seperti Bu Sekper, saya membuktikan bahwa success is the best revenge.