Sepertinya saya rasa cukup untuk memposting tulisan-tulisan galau tak jelas arah dan maknanya seperti beberapa postingan sebelumnya ya. Karena saya tau, saat saya galau, tulisan saya cenderung ngelantur. Malah di saat-saat normal juga sering ngelantur kok hihihi. Tapi paling tidak masih ada konten yang ingin saya sajikan buat pembaca blog tercintaku ini semua lah yaa. Maklumlah, masih bingung mau dibawa ke arah mana penyajian blog ini ke depannya. Meskipun sudah berumur setahun lebih, tapi tetap masih jarang dipostingi info-info bermutu. Tapi kalau dilihat-lihat, lumayan juga sih trepik blog saya ini untuk ukuran blog ecek-ecek hahaha…


Oke-oke cukup yah basa-basinya. Kali ini saya mau share pengalaman belajar masak saya selama jadi anak rantau. Selama tinggal dengan orangtua, saya hampir sama sekali tidak pernah masak selain masak air, mi, telor atau nasi goreng. Masak air pun pernah gosong karena ditinggal kelamaan sampai tinggal pancinya aja di atas kompor ;(

Inilah derita jadi anak bungsu ya, selama masih ada kakak-kakak perempuan, sama si ibu pasti kurang dipercaya untuk megang masakan. Yang ada malah setiap ada acara di rumah, cuma kebagian tugas bersih-bersih aja tuh. Huhuhu.. (dan kebiasaan inilah yang mungkin amat sangat disyukuri sama temen kos saya saat ini yang menurut saya amat sangat malas sekali bersih-bersih rumah kyaaaaaa….)

Kemudian saya berazzam apabila nanti saya ditempatkan dinas jauh dari orang tua, saya akan belajar masak. Kenapa harus pas jauh dari orang tua yah? Padahal pas deket sama ibu kan enak bisa dibimbing langsung. Namanya juga malas hehehe.. Nah, karena sekarang bulan Ramadhan, sekalian saja kan saya banyakin beribadah. Loh kok ibadah malah mainan di dapur mulu. Lah iyalah, kan belajar masaknya saya niatkan supaya di masa depan bisa membahagiakan anak-anak dan suami saya dengan masakan yang enak-enak ala maminya hahahhaa… *ngelantur.com

Jadi ceritanya, seminggu yang lalu waktu belanja di Pasar Peunayong Banda Aceh saya terpesona ngeliat ikan segar yang montok-montok berwarna merah cerah. Penjualnya bilang namanya ikan kakap merah. Langsung saja saya beli dua ekor yang besar-besar. Sampai rumah, saya bingung mau apakan itu ikan. Hahaha. Kalau cuma digoreng biasa saja kok kayaknya amatir banget ya. Cek-cek google, saya nemu resep masakan khas rumah makan padang. Gulai Kakap Merah Asam Padeh (Asam Pedas kali ya maksudnya). Jadilah kemarin sore hingga dua hari ke depan saya akan sahur dan berbuka dengan makanan penuh lemak ini… (*brb, mau ngancurin timbangan dulu)

Berikut resepnya:

– 1 ekor ikan kakap merah besaaar (biasanya yang di RM Padang Cuma kepalanya aja yang digulai, tapi saya pakai semua badannya)

– 3 sdm air asam jawa

– 1 ruas jahe, dimemarkan

– 1 ruas lengkuas, di memarkan

– 2 batang serai, dimemarkan

– 3 lembar daun salam

– 3 lembar daun jeruk

– 1 lembar daun kunyit, diikat simpul

– Jeruk nipis secukupnya

– 1 sdt garam

– 2 butir tomat (lebih cantik kalau pake tomat hijau, tapi kemarin saya pakai tomat merah ndak masalah) dipotong sesuai selera

– 300 ml santan cair

– 200 ml santan kental

Bumbu yang dihaluskan:

–          15 butir bawang merah

–          8 butir bawang putih

–          20 buah cabai merah keriting (sesuai selera aja sih, kemarin saya pake 10 buah, nggak pedas)

–          2 butir kemiri

–          1 ruas kunyit (kalau mau lebih kuning, pakai lebih banyak ya)

Terus bahan-bahan itu diapakan?

–          Jangan lupa disiangi dulu itu ikannya, potong 4 atau 6 bagian sesuai ukuran mulut masing-masing ya hahaha.. Sisiknya dibersihkan, insangnya dibuang. Lalu lumuri pakai air jeruk nipis dan garam supaya nggak amis. Kira-kira lima belas menit, cuci lagi pakai air bersih. Lalu goreng sebentaaaar saja, jangan lama-lama. Minyaknya pun harus panaaaaas banget. Cukup beberapa detik saja cemplungin ikannya, lalu angkat. Sisihkan.

–          Tumis bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan (thanks to my blender, cup cup muach muach) sampai harum. Kalau sudah harum, masukkan jahe, lengkuas, daun jeruk, daun salam, daun kunyit dan batang serai sampai agak layu.

–          Masukkan santan cair, masak sampai mendidih. Jangan lupa untuk diaduk supaya santan nggak pecah. Apinya jangan terlalu besar.

–          Kalau sudah mendidih, masukkan ikan dan tomatnya.

–          Tunggu beberapa saat sampai kira-kira bumbu sudah meresap ke ikan, lalu tuang santan kentalnya, masak sampe mendidih… Dan hasilnya akan seperti yang difoto hehehe…

Teman saya yang selalu saya kabari progres perkembangan belajar memasak saya mengatakan kalau masakan saya kali ini sudah mirip masakan betulan dan dari segi penampilan sudah lebih bagus, hahahaha…ImageImage