Tag

Oke kawan-kawan, berhubung kerjaan sudah mulai kelar dan banyak waktu kosong. Maka izinkanlah saya melanjutkan cerita pengalaman saya menghabiskan waktu di meja praktek mahasiswa FKG UI. Satu artikel bukanlah tempat yang cukup untuk menceritakan pengalaman saya setahun keluar masuk ruang integrasi II :p

Oke, jadi ceritanya, setelah saya berhasil menanggalkan dua buah gigi bungsu sebelah kiri saya dalam proses operasi kecil, saya masih harus emnjalani serangkaian perawatan lainnya.  Sang mahasiswi, sekarang sudah jadi dokter gigi drg. Theodora Elien memutuskan untuk merawat gigi saya di bagian bawah sebelah kanan (entah namanya apa, gigi seri mungkin ya). Karena memang kondisinya yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditambal namun sangat sayang jika harus dicabut dan membuat saya yang masih unyu-unyu ini ompong. Jadi sebelum ditambal,dilakukanlah yang namanya Perawatan Saluran Akar pada gigi saya.

Perawatan saluran akar pada gigi bawah saya ini membutuhkan waktu empat kali datang. Dibukanyalah saluran akar gigi saya yang sudah tertutup untuk dimasukkan obat ke dalamnya. Ditusuk-tusuk pake jarum kecil. Dipilin-pilin. Diplintir-plintir. Sampe kadang saya yang suka begadang ini ketiduran di meja prakteknya dan dengan amat sangat terpaksa mulut saya diganjal alat. Hahahahaha…. *kebo*

Setiap kali datang untuk perawatan saluran akar, saya tidak dikenakan charge, paling hanya biaya biaya rontgen 10 ribu rupiah setiap kali sudah dicolok-colok untuk mengetahui apakah lubang saluran akarnya sudah sempurna atau belum.

Pada saat minggu ke empat, sempurnalah saluran akar saya. Dan diputuskan untuk segera membuat lapisan onlay/inlay lupa namanya pada gigi saya. Jadi di sini, kemudian saya disuruh menggigit segumpalan adonan untuk melihat bentuk gigitan gigi dan tekstur gigi saya untuk dibuatkan tambalan untuk gigi saya.

Oke, satu gigi selesai, dipasanglah pelapis untuk gigi saya, berwarna keabu-abuan, entah saya lupa terbuat dari apa, untuk menggantikan tambalan yang saya perlukan. Biayanya 400ribu rupiah untuk biaya laboratorium hasil cetakan tersebut. Selebihnya kunjungan perawatan saluran akar dan lain-lain tidak ada biaya.

Ok, masalah perawatan saluran akar pada gigi saya sudah saya jelaskan, berlanjut ke artikel berikutnya mengenai penambalan mahkota giggi yang patah.. See U🙂