Ini sebenernya kejadian sudah dua bulan lalu. Pertama kali nerima gaji magang di BPKP hasil ngaudit di PAM Jaya😀 Memang sudah diniatin banget sih kalo gajian mau ngeganti laptopku yang udah berubah bentuk jadi i-pad karena engselnya dua-duanya pada somplak. Males juga ya ngebenerinnya, masih intel atom pula. Gaji saya turun berbarengan dengan festival komputer di JCC pula lagi. Wah, ini mah memang sudah menjadi takdir yang digariskan nih, hehehe…

Tanpa berlama-lama, besoknya saya langsung cabut ke JCC bersama kawan semasa SMA saya. Muter-muter JCC ampe mabok, bukan karena pamerannya yang gede, tapi liat harganya muahal muahal hehhehehe. Tapi semenjak di rumah saya memang sudah rajin searching dan punya satu pegangan yang cocok di kantong saya ini. Daripada muter-muter nggak jelas juntrungannya juga di kantong. Langsunglah saya cek-cek ke stand ASUS. Ketemu yang saya cari

ASUS A44H Intel Core i3- 2350 M, 2,3 GHz, Memory 2GB HDD 320 GB OS Free DOS Garansi 2 tahun seharga 4,3 juta.. Fiuuhht.. harga terendah di kelasnya.  Sebodo teuing lah, yang penting bisa membantu meningkatkan kinerja, ya nggak?

Setelah tawar menawar harga, cocok. Dibawakanlah sekardus laptop tipe yang saya maksud. Cek segel, kardus, dan hap. Dibukalah ia. Cek fisik, coba keyboard, lcd, oke semua. Dan satu kekagetan saya muncul sodara-sodara, ternyata di kardusnya tertulis “made in china”.Saya pikirkan ASUS itu merk Taiwan, harusnya made in Taiwan dong ya. Tapi karena ketidaktahuan saya, saya langsung protes ke mbaknya. “Kok nggak bilang sih mbak, kalo barangnya pabrikan china” Tapi ternyata si mbak hanya tenang-tenang saja sambil mengatakan bahwa Taiwan itu ada di china jadi otomatis made in china. Eh, tiba-tiba saja saya teringat beberapa tahun lalu semasa SMA mengenang pelajaran Geografi yang hampir tak pernah mendapat nilai lebih dari 6,00. Teman saya pun meyakinkan bahwa sekarang memang laptop china sudah merajalela dan susah mencari laptop buatan negara si pemilik merk. Lagipula sudah kadung disobek kardusnya. Ya sudah saya pasrah saja. Pulang dengan hati masih agak deg-degan dan sedikit kecewa.

Sesampainya di rumah, langsung saya mulai browsing tentang laptop china. Sedikit melegakan sih, karena katanya memang sekarang hampir semua merk laptop memiliki pabrik di china yang notabene para pegawainya mau dibayar murah. Tapi dengan tidak mengabaikan kualitas dan tetap menjaga mutu merk laptop itu sendiri. Yah semoga saja yah kualitas tetap terjaga, sayang nih gaji pertama hihihi