Tag

, , , , , , ,

Sudah hampir setahun belakangan ini setiap pekannya saya selalu menyempatkan diri untuk datang ke Rumah Sakiti Gigi dan Mulut (RSGM) FKG UI di Salemba. Saya mulai berobat bulan Januari 2011 dan terpaksa berhenti perawatan karena harus mulai masuk kerja pada Februari 2012. Membosankan memang, menghabiskan waktu dari pukul 8 pagi hingga biasanya pukul 12 siang di atas bangku perawatan gigi. Tak jarang bahkan saya tertidur saat gigi saya diotak-atik oleh sang calon dokter tersebut. Bahkan pernah karena malamnya saya begadang, saya ketiduran pulas dan tidak bisa dibangunkan sampai-sampai di mulut saya dipasang alat agar mulut saya tetap terbuka, hehehe.

Awalnya saya datang ke RSGM UI ini karena saya ingin memperbaiki gigi depan saya yang patah sejak kecil. Namun ternyata, pada saat pertama kali datang, gigi saya langsung dicek secara keseluruhan dan diminta untuk rontgen gigi. Biaya pendaftarannya hanya 10ribu rupiah. Biaya rontgen gigi untuk seluruh mulut kira-kira sebesar 20ribu rupiah. Setelah hasil rontgen keluar dokter yang melakukan pemeriksaan awal kemudian menentukan gigi-gigi mana saja yang bermasalah dan harus segera diperbaiki. Menurut dokter tersebut, karena RSGM UI ini adalah Rumah Sakit Pendidikan maka saya harus memperbaiki seluruh kerusakan yang ada dalam gigi saya. Tidak boleh hanya sekedar tambal sekali saja. Karena memang kondisi gigi saya juga sudah cukup parah😦

Selesai menjalani pemeriksaan awal, saya diminta menuju ruang integrasi dua yang terletak di gedung yang ada di belakang gedung pendaftaran tadi. Ternyata ruangan tersebut adalah ruangan praktek para mahasiswa, semacam kliniknya.  Di sana saya segera ditangani oleh satu orang mahasiswi yang akan menangani segala permasalahan mulut saya, namanya mbak Theodora Elien. Beliau sekarang sudahlulus dan kabarnya membuka praktek di rumahnya di kawasan Tangerang. Setelah berdiskusi dengan mbak Elien akhirnya diputuskan bahwa yang pertama dilakukan adalah operasi pengangkatan gigi bungsu sebelah kiri saya. Karena memang gigi bungsu saya itu tumbuh miring dan menggencet gigi di sebelahnya hingga patah dan sering timbul rasa nyeri.

Seminggu kemudian saya pun datang, siap untuk operasi kecil ini, bius disuntikkan disekitaran gigi saya. Dalam waktu sejam pun dua gigi bungsu saya berhasil dicongkel dari habitatnya. Jadilah saya ompong dan harus mulai membiasakan diri mengunyah dengan geraham kanan. Jika harga operasi gigi bungsu di RS luar bisa mencapai jutaan rupiah. Maka disini saya hanya cukup membayar 300ribuuntuk satu giginya. Tapi jika Anda memiliki masalah yang lebih kompleks sehingga harus ditangani oleh dokter yang sedang mengambil spesialisasi, maka harganya adalah 600ribu rupiah per gigi.

Sekeluarnya dari meja operasi (hiperbola hehehe) mulut saya berlumuran darah yang berasal dari gigi (ini lebih hiperbola) ternyata rasanya asin, hehehe.. Saya dijadwalkan untuk datang pekan depan setelah operasi untuk pencabutan benang. Pencabutan benang dikenakan biaya 10ribu rupiah.

Sebenarnya masih banyak pengalaman saya di dokter gigi, namun karena jam makan siang sudah usai, kapan-kapanlah saya sambung.. Horas😀